Friday, December 28, 2018

Cara Menghitung Usia Kehamilan Yang Wajib Diketahui Oleh Ibu Hamil

Kehamilan merupakan salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri yang baru menikah ataupun yang sudah lama menikah, tidak terkecuali kerabat dekat. Saat seorang wanita dinyatakan hamil, maka akan ada banyak hal yang perlu dipersiapkan. Kesehatan calon bayi dan calon ibu sangat perlu untuk diperhatikan. Terlepas dari semua hal tersebut, biasanya tidak sedikit pasangan ataupun calon ibu yang penasaran dengan usia kehamilannya. Ada banyak yang bertanya bagaimana Cara menghitung usia kehamilan calon ibu sehingga bisa dideteksi atau diperkirakan juga keberadaan janin di rahim.

Ketika mau menghitung usia kehamilan tidak perlu harus menggunakan alat yang berteknologi canggih. Ada beberapa cara yang kita lakukan untuk menghitung usia kehamilan secara manual ataupun menggunakan alat.  Semua itu bisa kita manfaatkan untuk menjawab rasa penasaran kita terhadap usia kehamilan dan perkembangan janin. Untuk itu pada artikel kali ini kita akan bahas seputar cara menghitung usia kehamilan yang Kita bisa memilih salah satu cara atau beberapa metode yang bagi kita mudah untuk diikuti.

1. Menghitung usia kehamilan dengan menggunakan kalender
Metode ini menggunakan hitungan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) untuk menentukan usia kehamilan dan Hari Perkiraan Lahir (HPL). Apabila siklus menstruasi yang kita jalani teratur atau per 28 hari, maka cara menghitung HPL bisa dengan menggunakan rumus Neagele.

Tanggal HPHT + 7 kemudian Bulan Pada Saat Haid Terakhir – 3  dan Tahun Pada Saat Haid Terakhir + 1

Contoh :
Ratna terakhir menstruasi pada tanggal 25 Desember 2017. Maka perhitungan HPL-nya sebagai berikut :
(23+7), (12-3), (2017+1) = 30, 9, 2018
Maka HPL Ratna adalah 30 September 2018.

2.  Cara menghitung usia kehamilan dengan menggunakan usg
Apabila kita mencari cara menghitung usia kehamilan yang lumayan akurat, maka bisa menggunakan pemeriksaan USG atau Ultrasonografi. Tingkat akurasi data menggunakan metode ini mencapai 95 persen. Pemeriksaan dengan menggunakan USG ini bisa di lakukan dengan dua metode, yaitu USG transvaginal dan USG transabdominal. USG transvaginal pada umumnya dilakukan pada awal kehamilan melalui jalan lahir.
Sedangkan untuk USG transabdominal dilakukan melalui dinding perut ketika kandungan calon ibu sudah membesar.

3.  Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Kalkulator Kehamilan
Metode yang satu ini bisa menjadi solusi untuk kita yang ingin mendapatkan hasil perhitungan yang cepat dan tidak ingin repot. Kalkulator kehamilan bisa kita cari dengan mudah browsing di internet secara gratis. Kita hanya diminta untuk memasukkan tanggal, bulan dan tahun hari pertama haid terakhir (HPHT) dan siklus haid. Setelah itu maka sistem akan menghitungnya secara otomatis dan akan menampilkan hasil perhitungan usia kehamilan.

4.  Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Sistem Fundus Uteri
Seiring dengan perkembangan janin di rahim, maka puncak rahim juga akan semakin meninggi. Caranya tersebut dengan meraba puncak rahim yang terasa menonjol pada bagian perut.  Kemudian hitung jarak dari tulang kemaluan hingga puncak rahim. Selanjutnya bandingkan jarak tersebut dengan patokan standar.  Biasanya hal ini dilakukan oleh bidan.

5. Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Gerakan Janin
Metode menghitung usia kehamilan yang satu ini terbilang sangat mudah. Hanya saja untuk metode ini tidak 100 persen akurat. Cara menggunakan metode ini adalah dengan merasakan gerakan janin. Jika janin dirasa sudah mulai bergerak, maka perkiraan usia kehamilan diprediksi sudah mencapai 18-20 minggu.

Inilah beberapa cara menghitung usia kehamilan yang bisa kita gunakan. Perlu juga kita ketahui bahwa cara yang dipaparkan di atas tingkat akurasinya berbeda-beda. Apabila kita ingin mendapat hasil yang cukup akurat, maka kita bisa menggunakan pemeriksaan USG.  Semoga bermanfaat!
Disqus Comments